Oleh :
HIPERTENSI IBU HAMIL
Oleh:
MARLINA
P2MK 12.01.04.018
PROGRAM
PASCA SARJANA MEGISTER KESEHATAN
UNIVERSITAS
INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Hingga saat ini hipertensi dalam kehamilan
masih merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu dan
janinnva. Hipertensi dalam kehamilan berarti tekanan darah meninggi saat hamil.
Keadaan ini biasanya mulai pada trimester ketiga, atau tiga bulan terakhir
kehamilan. Kadang-kadang timbul lebih awal, tetapi hal ini jarang terjadi.
Dikatakan tekanan darah tinggi dalam kehamilan jika tekanan darah sebelum hamil
(saat periksa hamil) lebih tinggi dibandingkan tekanan darah di saat hamil.
Hipertensi menjadi momok bagi sebagian
besar penduduk dunia termasuk Indonesia. Hal ini karena secara statistik jumlah
penderita yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Berbagai faktor yang
berperan dalam hal ini salah satunya adalah gaya hidup modern. Pemilihan
makanan yang berlemak, kebiasaan aktifitas yang tidak sehat, merokok, minum
kopi serta gaya hidup sedetarian adalah beberapa hal yang disinyalir sebagai faktor
yang berperan terhadap hipertensi ini. Penyakit ini dapat menjadi akibat dari
gaya hidup modern serta dapat juga sebagai penyebab berbagai penyakit non
infeksi. Hal ini berarti juga menjadi indikator bergesernya dari penyakit
infeksi menuju penyakit non infeksi, yang terlihat dari urutan penyebab
kematian di Indoensia. Untuk lebih mengenal serta mengetahui penyakit ini, maka
kami akan membahas tentang hipertensi. Hipertensi didefinisikan sebagai
peningkatan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg atau
peningkatan tekanan darah diastolik lebih besar atau sama dengan 90 mmHg
(Anindya, 2009).
Hipertensi menyebabkan meningkatnya
resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan
kerusakan ginjal. Tanpa melihat usia atau jenis kelamin, semua orang bisa
terkena hipertensi dan biasanya tanpa ada gejala-gejala sebelumnya. Hipertensi
juga dapat mengakibatkan kerusakan berbagai organ target seperti otak, jantung,
ginjal, aorta, pembuluh darah perifer, dan retina.
Oleh karena itu, negara Indonesia yang
sedang membangun di segala bidang perlu memperhatikan pendidikan kesehatan
masyarakat untuk mencegah timbulnya penyakit seperti hipertensi,
kardiovaskuler, penyakit degeneratif dan lain-lain, sehingga potensi bangsa
dapat lebih dimanfaatkan untuk proses pembangunan. Golongan umur 45 tahun ke
atas memerlukan tindakan atau program pencegahan yang terarah. Hipertensi perlu
dideteksi dini yaitu dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, yang
dapat dilakukan pada waktu check-up kesehatan atau saat periksa ke dokter.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah di kemukakan diatas
maka sebagai penyusun makalah ini membatasi pengkajian tentang hipertensi dalam
kehamilan.oleh karena itu kami sebagai penyusun merumuskan masalah yakni:
1. Apakah defenisi dari hipertensi itu?
2. Apakah penyebab
hipertensi dalam kehamilan?
3. Bagaimanakah asuhan
kebidanan pada ibu hamil yang mengalami hipertensi dalam kehamilan?
C.
Tujuan Penulisan Makalah
1. Menambah
wawasan pengetahuan dan konsep keilmuan hipertensi dalam
kehamila.
2. Dapat mengetahui
secara dini penyebab terjadinya hipertensi dalam kehamila.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Hipertensi
1.
Defenisi
Hipertensi
Beberapa defenisi hipertensi yang dapat dikemukakan
adalah sebagai berikut :
2.
Pembagian
Hipertensi
1)
Hipertensi
esensial (hipertensi primer) yaitu hipertensi yang tidak jelas penyebabnya.
2)
Hipertensi
Sekunder adalah hipertensi yang dapat disebsbkan oleh kelainan faal tubuh
tertentu, misalnya kelainan ginjal, kelainan endoktrin
1)
Hipertensi
Ringan (Mild Hipertension). Bila
tekanan diastolic rata-rata 90-110 mmHg
2)
Hipertensi
sedang (moderate Hipertension). Bila
tekanan diastolic rata-rata 110-130 mmHg
3)
Hipertensi
berat (hipertension). Bila
tekanan diastolic diatas 130 mmHg
3.
Patogenesis
dan Fisiologi Hipertensi
Berdasarkan
penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu hipertensi esensial
(primer) yang tidak diketahui penyebabnya dan hipertensi sekunder yang
disebabkan oleh penyakitr lain, hipertensi essensial mencakup 90 % dari seluruh
penderita hipertensi.
Sampai
sekarang pengetahuan patogenesis hipertensi terus berkembang. Satu hal yang
sudah jelas bahwa tekanan darah dipengaruhi oleh curah jantung dan tahanan
perifer sehinggah semua factor yang mempengaruhi curah jantung dan tahanan
perifer akan mempengaruhi tekanan darah.
Darah
di perlukan oleh jaringan sebagai sarana pengangkutan sumber zat yang
dibutuhkan oleh jaringan tersebut, agar dapat bersirkulasi darah harus dipompa
ke seluruh tubuh melalui system pembuluh darah arteri yang mempunyai tahanan
perifer cukup besar. Daya pompa atau tekanan darah ditentukan oleh besarnya curah
jantung dan tahanan perifer. Pada penderita hipertensi umumnya curah jantung
normal sedangkan kelainan terutama pada tahanan perifer. Untuk mengimbangi
kenaikan tahanan perifer maka jantung berusaha dengan keras, bila jantung dapat
mengimbangi kenaikan tahanan perifer, maka penderita tidak merasakan adanya
keluhan, tetapi bila resistensiperifer makin lama makin meningkat dan bersifat
terus-menerus, maka timbullah akibat buruk yang ditandai dengan adanya keluhan
dan adanya gejala klinik.
4. Etiologi
Hipertensi
Pada
umunya penyebab hipertensi dibagi ke dalam dua kelompok yaitu hipertensi primer
dan hipertensi sekunder. Hipertensi esensial (primer) sampai sekarang dianggap
tidak mempunyai satu etiologi, melainkan dipengaruhi oleh factor-faktor lain
seperti umur,jenis kelamin, gen, obesitas, alcohol, rokok, lingkungan,
pekerjaan, ketegangan dan ras. Dengan demikian hipertensi esensial sering
disebut sebagai suatu penyakit yang multifaktorial, sedangkan hipertensi
sekunder disebabkan oleh adanya penyakit lain yang diderita. Berdasarkan
penggolongan ini hipertensi esensial mencakup 90 % dari seluruh penderita
hipertensi.
5.
Gejala Klinik
Peningkatan
darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial dan
tergantung dari tinggi rendahnya tekanan darah, gejala yang timbul dapat berupa
sakit kepala , pusing, rasa berat ditekuk, mudah lelah, mudah marah, mata
berkunang-kunang, sukar tidur dan sebagainya. Gejala lain akibat komplikasi
hipertensi seperti gangguan penglihatan, gangguan neurology, payah, jantung,
gangguan fungsi ginjal banyak dijumpai pada hipertensi berat.
6.
Diagnosis
Diagnosis
hipertensi ditegakkan berdasarkan data anamnase, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang, sebagaimana yang berlaku
pada penyakit lainnya. Pada 70
–80 % kasus hipertensi esensial
didapatkan riwayat hipertensi pada keluarga, bila riwayat hipertensi
didapatkan pada ke dua orang tua maka
dugaan hipertensi esensial semakin besar . Perlunya menanyakan faktor risiko
hipertensi seperti rokok, berat badan, factor stress, pada wanita penting
anamnesis tentang hipertensi klehamilan,
persalinan, pemakain pil kontrasepsi.
7.
Komplikasi
Pada umunya
komplikasi terjadi pada hipertensi berat yaitu pada tekanan diastolic sama
dengan atau lebih besar dari 130 mmHg
atau kenaikan tekanan darah yang mendadak tinggi. Pada hipertensi ringan dan
sedang kompilikasi jantung koroner lebih banyak ditemukan. Pada otak sering
terjadi perdarahan akibat pecahnya mikroneurisme yang dapat mengakibatkan
kematian.
8.
Pengobatan
Penatalaksanaan
farmakologi sangat perlu mengingat komplikasi akibat hipertensi seperti payah
jantung, perdarahan otak dan sebagainya.
Pengobatan hipertensi yang ideal
diharapkan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
9.
Pencegahan
Sesuai
dengan prinsip pencegahan penyakit secara umum yaitu dibagi atas empat tingkatan
pencegahan yaitu :
a.
Premordial
prevention (pencegahan tingkat awal)
b.
Primery
prevention (Pencegahan pertama)
c.
Secondari
Prevention (Pencegahan tingkat kedua)
d.
Tertiary
prevention (pencegahan tingkat ketiga)
Sesuai dengan prinsip pencegahan
penyakit secara umum, maka tingkat
pencegahan secara umum selanjutnya akan diuraikan sebagai berikut :
Ditujukan untuk pencegahan terjadinya hipertensi pada
individu yang mempunyai resiko yang besar untuk terjadinya hipertensi
dikemudian hari, maka sebagai usaha yang dilakukan pada tingkat primer ini
adalah menerapkan prilaku hidup sehat.
Dilakukan terhadap individu yang telah diketahui adanya
penderita hipertensi. Dilakukan secara menyeluruh terhadap penderita hipertensi
baik dengan obat-obatan maupun dengan tindakan –tindakan seperti yang dilakukan
pada pencegahan sekunder ini timbul, dengan
cara mengendalikan tekanan darah agar tetap terkontrol dan stabil.
Pencegahan
tersier berada pada tahap rehabilitasi yaitu suatu usaha untuk mengembalikan
fungsi organ yang rusak akibat hipertensi. Dengan demikian diharapkan agar organ
tubuh yang terkena komplikasi tersebut diusahakan semaksimal mungkin sehingga
ketergantunga.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Hipertensi merupakan tekanan darah yang
dipompa jantung, mengalir cepat sehingga menekan dinding arteri dalam pembuluh darah.
Umumnya hipertensi jika pada pemeriksaan: tekanan darah diatas 140 mmHg
sistolik atau 90 mmHg diastolik yang biasa ditulis 140/90 mmHg.
Hipertensi karena kehamilan yaitu hipertensi yang
tejadi karena atau pada saat kehamilan dapat mempengaruhi kehamilan itu.
Pencegahan kejadian hipertensi dalam kehamilan menghindari
tekanan darah tinggi adalah dengan mengubah kearah gaya hidup sehat pengobatan penyakit
hipertensi dalam kehamilan dianjurkan minum obat yang tidak banyak efek samping
misalnya jenis obathydralazin yang efektif untuk hipertensi dalam
kehamilan, cara kerja obat ini langsung pada pembulu darah.
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
Adisasmito. 2003. Gizi dalam Daur Kehidupan. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.
Bustan, M.N, 1997.
Epideomologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cifta
Hasnia. 2012. Hipertensi Dalam Kehamilan. http:///hipertensi/hipertensi %20 dalam%20kehamilan.htm Online Tahun 2013.
Masjoer.A. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III. Jakarta:
Media Aesculapius
|
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL............................................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR
ISI .......................................................................................................... iii
BAB
I. PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah............................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah ...................................................................... 2
C.
Tujuan
Penulisan
Makalah........................................................ 2
A.
Hipertensi......................................................................................... 3
1.
Pengertian Hipertensi................................................................. 3
2.
Pembagian Hipertensi................................................................ 4
3.
Fatogenesis dan Fisiologi Hipertensi......................................... 4
4.
Etiologi Hipertensi..................................................................... 5
5.
Gejala Klinik.............................................................................. 5
6.
Diagnosis................................................................................... 6
7.
Kmplikasi................................................................................... 6
8.
Pengobatan................................................................................ 6
9.
Pencegahan................................................................................ 7
A.
Kesimpulan .................................................................................. 9
B.
Saran.............................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA