Selasa, 16 Juli 2013

Hipertensi Ibu Hamil

Tugas Individu: Komunikasi Dan Promosi Kesehatan
Oleh                  :                      

HIPERTENSI IBU HAMIL
                                             





Oleh:
MARLINA
P2MK 12.01.04.018









PROGRAM PASCA SARJANA MEGISTER KESEHATAN
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2013


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Hingga saat ini hipertensi dalam kehamilan masih merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janinnva. Hipertensi dalam kehamilan berarti tekanan darah meninggi saat hamil. Keadaan ini biasanya mulai pada trimester ketiga, atau tiga bulan terakhir kehamilan. Kadang-kadang timbul lebih awal, tetapi hal ini jarang terjadi. Dikatakan tekanan darah tinggi dalam kehamilan jika tekanan darah sebelum hamil (saat periksa hamil) lebih tinggi dibandingkan tekanan darah di saat hamil.

Hipertensi menjadi momok bagi sebagian besar penduduk dunia termasuk Indonesia. Hal ini karena secara statistik jumlah penderita yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Berbagai faktor yang berperan dalam hal ini salah satunya adalah gaya hidup modern. Pemilihan makanan yang berlemak, kebiasaan aktifitas yang tidak sehat, merokok, minum kopi serta gaya hidup sedetarian adalah beberapa hal yang disinyalir sebagai faktor yang berperan terhadap hipertensi ini. Penyakit ini dapat menjadi akibat dari gaya hidup modern serta dapat juga sebagai penyebab berbagai penyakit non infeksi. Hal ini berarti juga menjadi indikator bergesernya dari penyakit infeksi menuju penyakit non infeksi, yang terlihat dari urutan penyebab kematian di Indoensia. Untuk lebih mengenal serta mengetahui penyakit ini, maka kami akan membahas tentang hipertensi. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg atau peningkatan tekanan darah diastolik lebih besar atau sama dengan 90 mmHg (Anindya, 2009).
Hipertensi menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Tanpa melihat usia atau jenis kelamin, semua orang bisa terkena hipertensi dan biasanya tanpa ada gejala-gejala sebelumnya. Hipertensi juga dapat mengakibatkan kerusakan berbagai organ target seperti otak, jantung, ginjal, aorta, pembuluh darah perifer, dan retina.

Oleh karena itu, negara Indonesia yang sedang membangun di segala bidang perlu memperhatikan pendidikan kesehatan masyarakat untuk mencegah timbulnya penyakit seperti hipertensi, kardiovaskuler, penyakit degeneratif dan lain-lain, sehingga potensi bangsa dapat lebih dimanfaatkan untuk proses pembangunan. Golongan umur 45 tahun ke atas memerlukan tindakan atau program pencegahan yang terarah. Hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, yang dapat dilakukan pada waktu check-up kesehatan atau saat periksa ke dokter.

B.    Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah di kemukakan diatas maka sebagai penyusun makalah ini membatasi pengkajian tentang hipertensi dalam kehamilan.oleh karena itu kami sebagai penyusun merumuskan masalah yakni:
1.     Apakah defenisi dari hipertensi itu?
2.    Apakah penyebab hipertensi dalam kehamilan?
3.    Bagaimanakah asuhan kebidanan pada ibu hamil yang mengalami hipertensi dalam kehamilan?

C.    Tujuan Penulisan Makalah
1.    Menambah wawasan   pengetahuan dan konsep keilmuan hipertensi dalam kehamila.
2.    Dapat mengetahui secara dini penyebab terjadinya hipertensi dalam kehamila.


















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.     Hipertensi
1.  Defenisi Hipertensi
Beberapa defenisi hipertensi yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut :

*   Hipertensi adalah suatu keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang akan berlanjut untuk suatu terget organ seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung koroner (untuk pembuluh darah jantung), dan left ventrricel hipertropi (untuk jantung) (Bustan, 1997).

*   Hipertensi adalah tekanan darah bervariasi besar antara orang yang satu dengan yang lain dan bervariasi bagi tiap orang (Kaplan,1999)

*   Hipertensi adalah tekanan darah sistolik  140 mmHg dan tekanan darah distolik  90 mmHg (Kapita, Selekta, 2000).

*   Menurut WHO Hipertensi adalah tekanan darah sistolik sama dengan lebih besar dari pada 160 mmHg dan atau diastoliknya sama atau lebih besar dari 95 mmHg. Sedangkan tekanan darah diantara normotensif dan hipertensi di kenal dengan istilah “Boderline hypertension” yang digunakan untuk tekana darah diantara kedua nilai tersebut diatas 140-159 mmHg untuk  tekanan sistolik  dan 90-94 mmHg untuk tekanan diastolic, batasan tersebut tidak membedakan antara usia dan jenis kelamin , sedangkan batasan dengan memperhatikan usia dan jenis kelamin sebagai berikut :

*     Pria, usia < 45 tahun , dikatakan hipertensi apabila tekanan darah pada waktu berbaring diatas atau sama  dengan 130/90 mmHg.
*     Pria, usia > 45 tahun, dikatakan hipertensi apabila tekanan darahnya diatas 145/95 mmHg.
*     Wanita, tekanan darah diatas atau sama dengan 160/95 mmHg dikatakan hipertensi.

2.  Pembagian Hipertensi
*   Menurut   kausanya :
1)      Hipertensi esensial (hipertensi primer) yaitu hipertensi yang tidak jelas   penyebabnya.
2)      Hipertensi Sekunder adalah hipertensi yang dapat disebsbkan oleh kelainan faal tubuh tertentu, misalnya kelainan ginjal, kelainan endoktrin
*  Menurut berat atau tingginya peningkatan darah :
1)     Hipertensi Ringan (Mild Hipertension). Bila tekanan diastolic rata-rata 90-110 mmHg
2)     Hipertensi sedang (moderate Hipertension). Bila tekanan diastolic rata-rata 110-130 mmHg  
3)     Hipertensi berat (hipertension). Bila tekanan diastolic diatas 130 mmHg

3.  Patogenesis dan Fisiologi Hipertensi
Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu hipertensi esensial (primer) yang tidak diketahui penyebabnya dan hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyakitr lain, hipertensi essensial mencakup 90 % dari seluruh penderita hipertensi.
Sampai sekarang pengetahuan patogenesis hipertensi terus berkembang. Satu hal yang sudah jelas bahwa tekanan darah dipengaruhi oleh curah jantung dan tahanan perifer sehinggah semua factor yang mempengaruhi curah jantung dan tahanan perifer akan mempengaruhi tekanan darah.
Darah di perlukan oleh jaringan sebagai sarana pengangkutan sumber zat yang dibutuhkan oleh jaringan tersebut, agar dapat bersirkulasi darah harus dipompa ke seluruh tubuh melalui system pembuluh darah arteri yang mempunyai tahanan perifer cukup besar. Daya pompa atau tekanan darah ditentukan oleh besarnya curah jantung dan tahanan perifer. Pada penderita hipertensi umumnya curah jantung normal sedangkan kelainan terutama pada tahanan perifer. Untuk mengimbangi kenaikan tahanan perifer maka jantung berusaha dengan keras, bila jantung dapat mengimbangi kenaikan tahanan perifer, maka penderita tidak merasakan adanya keluhan, tetapi bila resistensiperifer makin lama makin meningkat dan bersifat terus-menerus, maka timbullah akibat buruk yang ditandai dengan adanya keluhan dan adanya gejala klinik.

4.  Etiologi Hipertensi
Pada umunya penyebab hipertensi dibagi ke dalam dua kelompok yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi esensial (primer) sampai sekarang dianggap tidak mempunyai satu etiologi, melainkan dipengaruhi oleh factor-faktor lain seperti umur,jenis kelamin, gen, obesitas, alcohol, rokok, lingkungan, pekerjaan, ketegangan dan ras. Dengan demikian hipertensi esensial sering disebut sebagai suatu penyakit yang multifaktorial, sedangkan hipertensi sekunder disebabkan oleh adanya penyakit lain yang diderita. Berdasarkan penggolongan ini hipertensi esensial mencakup 90 % dari seluruh penderita hipertensi.

5.   Gejala Klinik
Peningkatan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial dan tergantung dari tinggi rendahnya tekanan darah, gejala yang timbul dapat berupa sakit kepala , pusing, rasa berat ditekuk, mudah lelah, mudah marah, mata berkunang-kunang, sukar tidur dan sebagainya. Gejala lain akibat komplikasi hipertensi seperti gangguan penglihatan, gangguan neurology, payah, jantung, gangguan fungsi ginjal banyak dijumpai pada hipertensi berat.

6.    Diagnosis
                Diagnosis hipertensi ditegakkan berdasarkan data anamnase, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, sebagaimana yang berlaku  pada penyakit lainnya. Pada  70 –80 % kasus hipertensi esensial  didapatkan riwayat hipertensi pada keluarga, bila riwayat hipertensi didapatkan pada ke dua  orang tua maka dugaan hipertensi esensial semakin besar . Perlunya menanyakan faktor risiko hipertensi seperti rokok, berat badan, factor stress, pada wanita penting anamnesis tentang  hipertensi klehamilan, persalinan, pemakain pil kontrasepsi.  

7.    Komplikasi
Pada umunya komplikasi terjadi pada hipertensi berat yaitu pada tekanan diastolic sama dengan  atau lebih besar dari 130 mmHg atau kenaikan tekanan darah yang mendadak tinggi. Pada hipertensi ringan dan sedang kompilikasi jantung koroner lebih banyak ditemukan. Pada otak sering terjadi perdarahan akibat pecahnya mikroneurisme yang dapat mengakibatkan kematian.

8.    Pengobatan
Penatalaksanaan farmakologi sangat perlu mengingat komplikasi akibat hipertensi seperti payah jantung, perdarahan otak dan sebagainya.
            Pengobatan hipertensi yang ideal diharapkan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
*      Menurunkan tekanan darah secara  bertahap dan aman
*      Berkhasiat untuk semua tingkat hipertesi
*      Melindungi organ-organ vital
*      Mendukung pengobatan penyakit penyerta misalnya diabetes mellitus
*      Dapat membuat jantung bekerja lebih efisien
*      Efek sampig serendah mungkin seperti batuk, sakit kepala, rasa lelah, mual dan muka merah.
*      Melindungi jantung terhadap risiko infark
*      Tidak mengganggu gaya dan kualitas hidup penderita misalnya ngantuk dan batuk.

9.    Pencegahan
Sesuai dengan prinsip pencegahan penyakit secara umum yaitu dibagi atas empat tingkatan pencegahan yaitu :
a.    Premordial prevention (pencegahan tingkat awal)
*  Gizi rendah lemak jenuh
*  Pengendalian rokok
b.    Primery prevention (Pencegahan pertama)
*  Health promosion
c.    Secondari Prevention (Pencegahan tingkat kedua)
*     Early diagnosi and prompt treatment
d.    Tertiary prevention (pencegahan tingkat ketiga)
*     Disability limitation
*     Rehabilitation
    Sesuai dengan prinsip pencegahan penyakit  secara umum, maka tingkat pencegahan secara umum selanjutnya akan diuraikan sebagai berikut :


*     Pencegahan primer
Ditujukan untuk pencegahan terjadinya hipertensi pada individu yang mempunyai resiko yang besar untuk terjadinya hipertensi dikemudian hari, maka sebagai usaha yang dilakukan pada tingkat primer ini adalah menerapkan prilaku hidup sehat.
*     Pencegahan Sekunder
Dilakukan terhadap individu yang telah diketahui adanya penderita hipertensi. Dilakukan secara menyeluruh terhadap penderita hipertensi baik dengan obat-obatan maupun dengan tindakan –tindakan seperti yang dilakukan pada pencegahan sekunder  ini timbul, dengan cara mengendalikan tekanan darah agar tetap terkontrol dan stabil.
*     Pencegahan tersier
Pencegahan tersier berada pada tahap rehabilitasi yaitu suatu usaha untuk mengembalikan fungsi organ yang rusak akibat hipertensi. Dengan demikian diharapkan agar organ tubuh yang terkena komplikasi tersebut diusahakan semaksimal mungkin sehingga ketergantunga.











BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Hipertensi merupakan tekanan darah yang dipompa jantung, mengalir cepat sehingga menekan dinding arteri dalam pembuluh darah. Umumnya hipertensi jika pada pemeriksaan: tekanan darah diatas 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik yang biasa ditulis 140/90 mmHg.
Hipertensi karena kehamilan yaitu hipertensi yang tejadi karena atau pada saat kehamilan dapat mempengaruhi kehamilan itu.

Pencegahan kejadian hipertensi dalam kehamilan  menghindari tekanan darah tinggi adalah dengan mengubah kearah gaya hidup sehat pengobatan penyakit hipertensi dalam kehamilan dianjurkan minum obat yang tidak banyak efek samping misalnya jenis obathydralazin yang efektif untuk hipertensi dalam kehamilan, cara kerja obat ini langsung pada pembulu darah.

B.    Saran
*      Dari makalah diatas kami berharap agar makalah ini  bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi para pembaca. Semoga setelah membaca makalah ini pembaca dapat lebih banyak mengetahui tentang hipertensi dalam kehamilan serta cara – cara menghindari hipertensi tersebut.
*      Perlu ada penatalaksanaan secara khusus bagi ibu hamil, terutama yang menderita penyakit Hipertensi. Maka dari itu diperlukan perhatian khusus dari berbagai pihak terutama yang bergerak pada bidang kesehatan dengan menyarankan kepada ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan ANC secara teratur.




DAFTAR PUSTAKA
Adisasmito. 2003. Gizi dalam Daur Kehidupan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Bustan, M.N, 1997. Epideomologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cifta
Hasnia. 2012. Hipertensi Dalam Kehamilan. http:///hipertensi/hipertensi %20 dalam%20kehamilan.htm Online Tahun 2013.

Masjoer.A. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III. Jakarta: Media Aesculapius































 
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL...............................................................................................       i
KATA PENGANTAR............................................................................................      ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................     iii
BAB    I.    PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah.............................................................      1
B.    Rumusan Masalah ......................................................................      2
C.    Tujuan Penulisan Makalah........................................................      2
BAB   II.    TINJAUAN PUSTAKA
A.    Hipertensi.........................................................................................      3
1.      Pengertian Hipertensi.................................................................      3
2.      Pembagian Hipertensi................................................................      4
3.      Fatogenesis dan Fisiologi Hipertensi.........................................      4
4.      Etiologi Hipertensi.....................................................................      5
5.      Gejala Klinik..............................................................................      5
6.      Diagnosis...................................................................................      6
7.      Kmplikasi...................................................................................      6
8.      Pengobatan................................................................................      6
9.      Pencegahan................................................................................      7
BAB  III.    PENUTUP
A.   Kesimpulan ..................................................................................      9
B.   Saran..............................................................................................      9
DAFTAR PUSTAKA